Cerpen Horor
Cerpen by Suyati
Persembahan untuk Dewi Durga
Di dalam gua gelap dengan suasana senyap serta udara yang terasa pengap, arca-arca tampak menghiasi. Sementara itu, Sranti telah terbaring di atas ranjang batu dengan kondisi tak sadarkan diri. Tak lain karena sedang dipersembahkan dalam Pemujaan Dewi Durga oleh orang-orang yang menginginkan kesaktian tak tertandingi.
Joyo, Yuliana, Dina, dan Sujatmiko memejamkan mata sembari khusuk membaca mantra. Tak lama kemudian, hawa dingin menyelimuti ruangan, tidak terlihat apa pun. Namun, suasana menjadi sangat mencekam.
Bergegas, Joyo melangkah menghampiri Sranti dengan membawa sebilah pisau. Yang tak terduga, saat akan menyayat leher Sranti, tiba-tiba gadis tersebut membuka mata, lalu berusaha menahan mata pisau sehingga jemari lentiknya mengalirkan darah.
"Paman, kenapa ingin membunuhku?" Sranti menatap tak mengerti.
Akan tetapi, Joyo justru tertawa jahat. "Karena kamu istimewa dan layak dipersembahkan," katanya.
Yang lain segera datang membantu. Mereka memegangi Sranti kuat-kuat, sementara Joyo sendiri mengarahkan kembali pisau ke leher si keponakan. Di waktu bersamaan, bayangan dewi bergaun merah merasuk ke tubuh Sranti sehingga seketika gadis tersebut hilang kewarasan, bahkan langsung menghempaskan semua orang. Matanya begitu tajam ketika bangkit dari batu lantas menunjuk mereka para pemuja iblis.
Pun orang-orang menjadi hilang kendali atas diri mereka masing-masing.
"Tidak-tidak!" Tangan Joyo bergerak menyayatkan pisau ke leher sendiri. Dengan bercucuran darah, mata Joyo membelalak menatap Sranti, sebelum jatuh ke lantai dalam keadaan tak bernyawa.
Begitu juga yang dilakukan Sujatmiko. Pria berkumis tipis itu membenturkan kepala ke tembok berkali-kali hingga hancur. Hal yang membuat Dina histeris karena harus menyaksikan kematian satu per satu di antara mereka. Naasnya, saat wanita tersebut berbalik dan hendak melarikan diri, Yuliana justru memukulkan kayu dengan membagi buta padanya.
Apa yang terjadi membuat Sranti tersenyum penuh misteri. Walau sesaat kemudian, sesosok dewi yang teramat cantik keluar dari tubuhnya sehingga dia langsung jatuh lemas di lantai dengan posisi bersimpuh. "Kenapa Dewi membunuh mereka?"
Bibir belah pinang sang Dewi membentuk senyuman. "Karena merekalah iblis nyata yang harus dibinasakan."
Sranti yang sangat lelah hanya bisa berpasrah sembari mengusap keringat dengan jemari tangan yang masih meneteskan darah.

Posting Komentar untuk "Cerpen Horor"